Ikatlah dengan ikatan yang kuat.

Powered by Blogger.

Search This Blog

Showing posts with label Rasulullah. Show all posts
Showing posts with label Rasulullah. Show all posts

Wednesday, 31 May 2017

Keromantisan Rasulullah Muhammad SAW


Ketika ada berselisih dengan 'Aisyah Radhiyallahu ‘anha , Rasulullah tidak pernah melibatkan emosi.

Ketika sedang marah kepada 'Aisyah,
beliau berkata, “Tutuplah matamu!” Kemudian 'Aisyah menutup matanya dengan perasaan cemas, khawatir dimarahi Rasulullah.

Nabi berkata, “Mendekatlah!”, Tatkala 'Aisyah mendekat, Rasulullah kemudian memeluk Aisyah sambil berkata, “Humairahku, telah pergi marahku setelah memelukmu.”

Tidak pernah ada kalimat kasar dan menyakitkan dalam rumah tangga Rasulullah.

Bahkan, beliau biasa memijit hidung Aisyah jika dia marah, sambil berkata,
“Wahai Aisyah, bacalah do’a, ‘Wahai Tuhanku,
Tuhan Muhammad, ampunilah
dosa- dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku,
dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan’.”
(HR Ibnu Sunni).

Semua kita pasti berharap memiliki rumah tangga yang sakinah dan penuh berkah.

Rasulullah telah mengajarkan suami bagaimana memuliakan istri. Seperti sabda beliau,
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Lelaki yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.”
(HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Semoga para suami bisa meneladani sifat Romantis nya Rosul Amiiin..

Sunday, 28 May 2017

Ternyata dialah orangnya


Beliau teramat ingin kita selamat, di dunia dan terlebih di akhirat.
Maka, beliau menjelaskan beragam amal yang dapat menyelamatkan dari seburuk-buruk tempat (neraka).
Saat satu amal tidak mampu kita jalankan, beliau tawarkan alternatif amal lain yang bisa dilakukan. Sehingga, kita pun layak menjadi hamba yang mendapat pertolongannya, syafaatnya,
atas izin Allah.

Abu DzarAl-Ghiffari ra. pernah bertanya kepada Nabi ﷺ. "Wahai Rasulullah, apa yang menyelamatkan seorang hamba dari neraka?"
Beliau menjawab, "Beriman kepada Allah."
Abu Dzar bertanya kembali, "Wahai Nabiyullah, sesungguhnya iman itu disertai dengan amal perbuatan?" Beliau menjawab, "Berikan sebagian rezeki yang dikaruniakan oleh Allah."
"Bagaimana jika dia fakir dan tidak memiliki sesuatu untuk diberikan?" Beliau menjawab, "Hendaklah dia mengajak pada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran."
"Bagaimana jika dia itu tidak terampil dalam menyerukan kebaikan dan dalam mencegah kemunkaran?"
Beliau menjawab, "Lakukan itu pada orang bodoh."
"Bagaimana jika dia bodoh dan tidak mampu melakukan apapun?"
Beliau menjawab, "Bantulah orang yang terzalimi."
"Bagaimana jika dia lemah dan tidak mampu membantu orang yang terzalimi?" Beliau menjawab, "Apakah kamu ingin membiarkan temanmu tidak melakukan kebaikan?
Jangan mengganggu orang lain."
"Wahai Rasulullah, jika dia melakukan hal itu, apakah dia akan masuk surga?"
Beliau menjawab, "Tidaklah seorang Muslim melakukan pekerti itu, kecuali aku raih tangannya sehingga kumasukkan dia ke dalam surga."